Kasus Pencemaran Sungai Di Rohul,DLHK Kab.Rohul Terkesan Main Mata, Masyarakat Buat LAPDUMAS Ke Menteri LHK RI

Kasus Pencemaran Sungai Di Rohul,DLHK Kab.Rohul Terkesan Main Mata, Masyarakat Buat LAPDUMAS Ke Menteri LHK RI

www.oretan86.com-Jakarta,Kasus terkait pencemaran sungai di Kecamatan Tambusai, Tambusai Utara dan Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kini mulai menemui titik terang,

Pasca matinya ribuan ekor ikan di Sungai Batang Sosah, Dusun Kuala Tambusai, Desa Sungai Kumanggo dan Sungai Rokan Desa Sei Rokan Jaya (Seroja) serta Sei Sitalas,proses di DLHK Kabupaten Rokan Hulu,terkesan ada main mata antara dinas terkait dengan pelaku Kejahatan Pencemaran Lingkungan tersebut,

Hal ini terbukti belum adanya sanksi yang tegas dan bersifat efek jera yang dibuat oleh Pemerintah Daerah kabupaten Rokan Hulu yang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu Riau,

Perwakilan masyarakat setempat melalui Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana Resmi Melaporkan Pimpinan PT Torganda yang di Desa Rantau Kasai, Pimpinan PT Nagamas Agro Mulia (NAM) dan Pimpinan PT Eluan Mahkota (EMA) Serta PT.Jabal.Perkasa di Kecamatan Tambusai,

Surat Resmi Laporan Pengaduan Masyarakat itu diterima langsung oleh Pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, atas nama Nuri.

Surat tersebut memastikan, bahwa proses penegakan hukum terkait kelalaian dan sikap sepele pihak perusahaan mesti dijawab dengan upaya yang lebih serius lagi.

“Bagi kami, Laporan ini adalah wujud nyata atas perlawanan masyarakat terhadap sikap kesewenang wenangan pihak perusahaan dan Pemerintah Daerah (Dinas red) terhadap negeri ini, terutama bagi Kabupaten Rokan Hulu, Negeri Seribu Suluk nan hijau” ungkap aktivis ini,

Direktur Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana ini juga menegaskan, tak ada tempat bagi perusahaan yang suka-suka hatinya merusak sumber daya alam di negeri ini.

“Ikhtiar kami tetap sama, bahwa upaya menghadirkan keadilan adalah nomor satu. Dengan demikian, semangat untuk memperbaiki negeri akan terwujud melalui sosial control seperti ini” harap Larshen Yunus, alumni sekolah vokasi mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yoyakarta tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, informasi dari masyarakat terkait tercemarnya Sungai Batang Sosah, Sungai Sitalas dan Sungai Rokan masih sama yakni masih status uji left,uji laboratorium dan banyak lainnya yang kami duga ini hanya alasan semata dari Pemerintah Daerah (DLHK-Red),

Tambahnya ,kejadian ini bukan sekali saja dan bahkan sudah berulang kali,namun tindakan tegas dari Dinas terkait NIHIL,hanya disuruh menabur bibit ikan semata dan itupun tidak jelas karena tidak pernah terbuka kepublik,(R2/AZ)