Banjir di Pekanbaru Belum Teratasi, Komisi IV DPRD Sebut Anggaran Penanganan Banjir Terlalu Minim

Banjir di Pekanbaru Belum Teratasi, Komisi IV DPRD Sebut Anggaran Penanganan Banjir Terlalu Minim

ORETAN86.COM-PEKANBARU,Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois menyebut anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mengatasi permasalahan banjir dinilai masih kecil.

“Anggaran penanganan banjir itu kalau tak salah sekitar Rp480 Miliar cuman itu untuk sepuluh tahun. Jadi sangat kecil. Tahun kemarin dianggarkan satu tahun itu dianggarkan cuman Rp18 Miliar termasuk anggaran untuk pasukan kuning. Ya, jadi sangat tidak mumpuni dengan anggaran segitu,” kata Rois, Minggu (23/5/2021).

Menurut Rois, Pemko Pekanbaru harus serius dalam mengatasi persoalan masalah banjir. Terutama dalam sisi anggaran penanganan banjir, ia berharap Pemko Pekanbaru tidak setengah-setengah dalam mengeluarkan anggaran untuk menangani banjir.

“Boleh jadi nanti akan nambah masalah atau genangan-genangan baru lagi. Jadi kalau anggaran penanganan banjir itu kecil ya tidak sesuai dengan kondisi masalah di Pekanbaru,” ujarnya.

Kepada wartawan, Rois mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan Syahrul Aidi Maazat selaku anggota DPR RI yang duduk di Komisi V untuk meminta bantuan dalam mengatasi permasalahan banjir di Pekanbaru.

“Alat berat untuk normalisasi anak sungai dan sungai di Pekanbaru kurang, jadi Pak Syahrul Aidi yang merupakan anggota DPR RI Dapil Riau II berjanji tahun depan akan dibantu alokasikan anggaran untuk penanganan banjir di Pekanbaru,” ungkapnya.

Politisi PKS ini juga menyoroti beberapa proyek pembangunan Pemko Pekanbaru seperti Islamic Center, Tugu Roda Terbang, dan beberapa proyek lainnya. Pasalnya, proyek tersebut dinilai tidak menyentuh masyarakat secara langsung. Rois berkata, lebih anggaran dari pembangunan proyek itu dipergunakan untuk penanganan banjir di Pekanbaru.

“Alangkah elok ya kalau anggaran itu diutamakan untuk penanganan kebutuhan masyarakat yang mendasar dulu,” pungkasnya.