Efesus DM Sinaga, SH dan Ramses Hutagaol, SH, MH,18 Tahun Klaien Kami Tak Terima Hasil Kebunnya.

ORETAN86.COM-Rokan Hulu, Pengadilan Negeri (PN) Pasir pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, kembali melanjutkan sidang gugatan perdata lahan 57, 42 Hektar milik H.Syafi’i lubis Selasa, (14/07) yang berada di Afdeling 8 PT Hutahaean Tambusai,

H.Syafi’i Lubis warga Desa Tingkok sebagai penggugat melawan tergugat  PT Hutahaean Kecamatan Tambusai, didampingi kuasa hukum masing-masing, dengan agenda tambahan bukti surat dari Penggugat setelah sidang lapangan sebelumnya.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Ketua Lusiana Ampieng SH MH juga Wakil Ketua PN Pasir pengaraian didampingi Hakim Anggota Adhika Budi Prasetyo, SH, M.BA, MH, Adil Martogo Franki Simarmata, SH dan Penitera,Sidang berlangsung dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 meski sudah new normal,

Penasehat Hukum dari PT Hutahaean Reta Manulang dan rekan sedangkan Penasehat Penggugat Efesus DM Sinaga, SH dan Ramses Hutagaol, SH, MH yang merupakan penasehat hukum senior yang sering memenangkan peradilan di PN Pasir Pengaraian,

Sidang tambahan kali ini pihak penggugat melalui penasehat hukumnya menyerahkan bukti tambahan surat tidak terdaftarnya KUD Setia Baru di Kementerian Koperasi UKM RI baik di Kabupaten Kampar maupun di Diskoptransnaker Kabupaten Rokan Hulu.

“Ya “Kita sidang hari ini menyerahkan bukti tambahan surat tentang KUD Setia Baru yang tidak terdaftar di Kementerian Koperasi UKM RI baik di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan,” kata PH pengggugat Efesus Sinaga didampingi Ramses Hutagaol.

Kemudian menjelaskan pada sidang sebelumnya sudah menyerahkan bukti-bukti lain bahwa lahan itu benar milik dari klaien kami,kata sinaga,

Lanjut Efesus Sinaga, sesuai dengan sidang sebelummya klaien dan saksi, meraka sudah menunjukkan didepan hakim yang mulia dimana posisi lahan yang selama ini sudah dikuasai oleh PT Hutahaean Dalu-dalu, sambil berjalan mereka menunjukkan letak lahan H.Syafi’i itu berada di blok, N 12, N 13, O 12, O13 dan O 11.lokasi lahan tersebut yang berada di areal Afdeling 8 perkebunan kelapa sawit Owner Harangan Wilmar Hutahaean tersebut.

Sejak tahun 2002 yang sudah produksi kurang lebih 18 Tahun, tergugat PT Hutahaean red. Tidak pernah memberikan hak dari klaien kami (H.Syafi’i lubis) Sehingga dari bukti surat tambahan ini yakni dengan tidak terdatanya KUD Setia Baru, ini sudah jelas PT Hutahaean Ingkar Janji kepada klaien kami,papar Ramses lagi,

Dalam Wawancara wartawan Efesus Sinaga dan Ramses Hutagaul berharap agar Majelis Hakim setelah dilaksanakannya sidang lapangan serta bukti,-bukti yang sudah di serahkan dapat kiranya mempertimbangkan dalam memutus dan atau menjadi pertimbangan demi keadilan hukum, meski sidang ini masih terus berlanjut,harapnya,

Sidang sebelumnya, jawaban pembuktian bukti penggugat dari tergugat sudah dibacakan Reta Manulang dengan menguraikan dari awal kerjasama PT Hutahaean dengan KUD Setia Baru Tambusai dengan akte notaris H.Ahamad Yunus, SH, pada perjanjian awal dengan luas 2.830 hektar, saat itu Rohul masih Kabupaten Kampar.

Berikut kutipan sidang sebelumnya” Kami dari tergugat sudah membantah semua bukti dari penggugat, sesuai bukti dari PT Hutahaean. Dimana PT Hutahaean bekerja sama dengan KUD Setia Baru. Namun kita tetap mengikuti sidang ini sampai putusan dari majelis hakim yang mulia,pungkas Reta Manulang.

Sumber : Tim /AWI

Editor :Ramlan lubis