Soal Kopertim, Tim Demisioner Mengaku Sudah Berupaya Transparan

PoskoNews.com – Benang kusut yang membelit di tubuh kepengurusan Koperasi Sawit Timur Perkasa yang beranggotakan warga tiga desa yakni, Desa Tambusai Timur, Lubuk Soting dan Tingkok di Kecamatan Tambusai Rokan Hulu (Rohul), Riau, belum sepenuhnya bisa terurai.

Kendati Pemkab Rohul melalui Dinas Koperasi Tenaga Kerja Transmigrasi (Diskopnakertran) telah berupaya semaksimal mungkin menengahi kisruh dan krisis kepengurusan koperasi tetsebut.

Terakhir win win Solusi yang diberikan Pemkab Rohul setelah mediasi dengan perwakilan warga didampingi para Kades adalah tidak mengakui kepengurusan Porkot Lubis dan Kepengurusan hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang telah memilih Damanhuri sebagai ketua.

Hasil mediasi juga, akhirnya sepakat membentuk kepengurusan Demisioner (Sementara) yang merupakan perwakilan atau utusan tiga desa yang ditunjuk oleh Kepala Desa masing masing.

Tim demisioner terdiri dari 6 orang yang merupakan dua orang utusan masing masing desa dan ditambah Kordinator Lapangan (Korlap) dari masing desa sebanyak 3 orang, sehingga  semuanya berjumlah 15 orang.

Tim demisioner selain bertugas mengurus usaha koperasi, juga bertugas menyiapkan Rapat anggota untuk memilih pengurusan defenitif.

Menurut Ketua Tim Demisioner H Porkot Hs SH, dalam pelaksanaan tugasnya sejak dipercaya mengurus koperasi, pihaknya betgerak secara transparan serta selalu berkoordinasi dengan tiga kepala desa sebagai penanggung jawab.

“Kita sudah berupaya transparan sejak awal dipercaya, mulai dari permohonan pinjaman keuangan ke Perusahaan PT PSA sebagai bapak kemitraan kebun untuk membayar gaji karyawan, menutup hutang di masa pengurus lama maupun operasional koperasi,” kata H Porkot didampingi Dahrin Hs, Sekretaris Tim Demisioner kepada PoskoNews.com beberapa hari lalu.

Disebutkannya, awalnya demisioner mengajukan pinjaman dana sebesar Rp. 300 juta lebih, namun hasil verifikasi PT PSA hanya disetujui Rp.216 juta.

Dana tersebut, lanjut Porkot, digunakan untuk membayar gaji karyawan yang sudah tertunggak selama beberapa bulan serta untuk operasional koperasi

Saat dana itu hendak dicairkan, kata Dahrin, manajemen kantor Direksi PSA minta buku rekening. Tim demisioner kemudian melapor ke masing masing Kepala Desa, agar dana itu dicairkan melalui Rek Kades, namun para Kades menyarankan agar Rek atas nama Demisioner saja.

“Persoalannya pihak Bank tidak mau karena kepengurusan demisioner hanya bersifat sementara, sehingga atas sepengetahuan Para Kades juga, disepakati agar dana pinjaman itu disalurkan melalui Rek pribadi Ketua Demisioner H Porkot HS,” kata Dahrin.

Akhirnya, setelah dana cair digunakan untuk membayar gaji karyawan Bulan Januari dan Pebruari 2020 serta sebagian di bulan Nopember dan Desember 2019, dan satu hal lagi Pengurus lama juga ternyata masih meninggalkan hutang bulan bulan sebelumnya.

“Tim demisioner sifatnya hanya menyelamatkan usaha koperasi serta menunaikan hak karyawan dan anggota, tidak ada niat kami untuk menguasai kebun, karena kami hanya sekedar mengawasi saja, yang mengerjakan sidah ada termasuk para mandor dan korlap di kebun, Alhamdulillah kendati belum sampai sebulan beberapa persoalan bisa teratasi dan hasil panen kebun sawit juga meningkat,” kata Dahrin.

Sementara itu Kepala Diskop Nakertrans Rohul, Zulhendri, menyebutkan seharusnya permasalahan Kopertim tersebut diselesaikan mereka di tiga desa itu, koordinasi pengurus lama dan demisioner bersama tiga kades.

“Kita sifatnya hanya menengahi saja, jangan lagi ada permasalahan dan ribut ribut, berkodinasi dan bicarakan saja dengan baik antara Demisioner dan pengurus lama serta  Tiga Kades, selesai iru, tidak perlu ke Dinas atau kantor Bupati, apalagi sekarang kita sibuk karena Covid 19 ini,” kata Zulhendri beberapa hari lalu. (Rpt)